Tidore – Kapolresta Tidore Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow, S.I.K., M.H., bersama Wali Kota Tidore Kepulauan dan jajaran Forkopimda Kota Tidore Kepulauan menghadiri Upacara Penyerahan Remisi Umum bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi Anak Binaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (17/8/2026) pukul 07.40 WIT, bertempat di Lapangan Apel Rutan Kelas IIB Soasio, Kota Tidore Kepulauan.

Upacara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus sebagai bentuk penghargaan negara kepada narapidana dan anak binaan yang telah menunjukkan perilaku baik serta mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, S.E., Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, S.Sos., Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Drs. Hi. Ade Kama, Wakil Ketua I DPRD Kota Tidore Kepulauan Hj. Asma Ismail, Wakil Ketua II DPRD Kota Tidore Kepulauan Ridwan Moh. Yamin, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dokomalamo, S.Pd., M.M., Dandim 1505/Tidore Letkol Inf. Widya Wahyu Sasono, Kepala Rutan Kelas IIB Soasio Agus Setyawan, A.Md.IP., serta Kepala Pengadilan Agama Kota Tidore Kepulauan Zahra Hanafi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Tidore Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap warga binaan yang telah mengikuti proses pembinaan dengan baik dan menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pidana.

“Pemberian remisi ini hendaknya menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus mengikuti pembinaan dengan baik, menaati aturan, serta mempersiapkan diri agar nantinya dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Kapolresta juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari masa pidana yang dijalani, tetapi juga dari kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat serta berkontribusi secara positif.
Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kemerdekaan sekaligus memberikan harapan baru bagi para narapidana dan anak binaan dalam menjalani proses pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik.






